ads

Diberdayakan oleh Blogger.
Sore itu saya naik angkutan kota (angkot) menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu masih muda. Di dalam angkot duduk tujuh penumpang, termasuk saya. Telihat masih tersisa lima kursi kosong. Di tengah perjalanan, banyak angkot saling menyalip untuk berebut penumpang.

Seketika ada pemandangan aneh. Di depan angkot y
ang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak usia remaja berdiri di tepi jalan. Tiap kali ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari kejauhan kami busa melihat si ibu bicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali tanpa mengangkut mereka. Ada apa gerangan? Kejadian tersebut sempat terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti tepat di depannya,
si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bus, tidak?”
sopir menjawab “Ya.”
Herannya si ibu tidak segera naik.
Ia berkata “Tapi saya dan ketiga anak saya tidak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, sopir itu menjawab “Nggak apa-apa Bu, naik saja.”

Sesaat terlihat si Ibu ragu-ragu,
sopir mengulangi perkataannya “Ayo Bu, naik saja, Nggak apa-apa.”

Saya terpesona dengan kebaikan Sopir angkot yang masih muda itu. Di saat angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, Sopir muda itu malahan merelakan empat kursi penumpangnya secara gratis kepada si ibu dan anak-anaknya.

Ketika sampai di terminal bus, ibu dan ketiga anaknya turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Sopir. Di belakang si ibu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika sopir hendak memberikan uang kembalian (ongkos angkot hanya Rp 4.000,-), pria ini itu berkata bahwa uang itu untuk ongkos dirinya dan keempat penumpang tadi.
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil tersebut. Seorang Ibu ‘kurang mampu’ yang jujur, seorang Sopir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh dari bangsa kita seperti mereka, niscaya dunia akan tersenyum melihat kebaikan-kebaikan kita."
23.29
♥ Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi DIRINYA SENDIRI, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dirinya.
Dan Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa MEMBERI,jika cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam, tak pernah membalas dend
am..
..

Di mana ada cinta di situ ada KEHIDUPAN..;

♥ Cinta suci adalah cinta yang begitu agung ,tidak saling menyakiti ,tidak saling bertengkar ,tidak saling curiga , cinta suci itu cinta yang agung dengan saling pengertian ,saling jaga saling ngingetin ,saling isi ,saling sayang saling ungkapkan cinta sepenuh hati dan setia selamanya ...[Bintang Kejora]

Cinta mu kepada seseorang yang berlebihan, membuat mu tuli dan buta?

♥ Cinta tidak melulu pada laki-laki dan wanita, tapi ada cinta yang lain yang lebih indah yaitu cinta sesama saudara muslim yang dilandasi dengan ketaqwaan dan iman. ^_^ [Yang terasing]

♥ Jangan merajuk cinta bila tak kuat tahan sakitnya, jangan diam pula bila ada yang dicinta bisa sengsara nantinya bila tak mau ambil resikonya...namun jgn juga cinta terobral, bisa hancur nilai luhur sang cinta, kerana cinta punya dua mata, dimana satu mata tajamnya siap memberikan sakitnya hehehehe [Yusuf Ahmad]

♥ Cinta itu butuh perjuangan...
Perjuangan untuk mendapatkannya..
Perjuangan untuk mempertahankannya..
Dan perjuangan untuk bangkit kembali ketika cinta itu pergi meninggalkanmu..hhmmm...[Eva Desky]

♥ Cinta adalah ibadah Hati.. Cinta sangat suci dalam kemaknaannya Jikalau salah menempatkan maka Nafsulah yang menjadi pasangannya... Cintailah Cinta dengan CintaNya.. Salam Mahabbatullah..[ Alif Ahmad ]

♥ Cinta kepada manusia hanyalah sebuah nafsu belaka. karena yang dicintai tampak dhohirnya. nah baru cinta kepada ALLAH dan rasulNya yang murni karena ALLAH tak nampak. sedang rasul juga tak ada gambar rasul.[Sarwo Edi]

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut [Wiki pedia]

♥♥ Mari kita sambut hari ini dengan "CINTA" di hati kita.....CINTA dalam menghadapi siapapun, dalam situasi bagaimanapun. Karena kita adalah hamba Allah Yang Maha Mencintai.....Subhanallah !!!! ♥♥ [Nana Zaenuddin]

~~ @@@@@ ~~

@@@ ~~Sesunguhnya kelak di Hari Kiamat Allah akan berfirman, “Di mana orang-orang yang SALING MENCINTAI karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku..” [HR Muslim]~~

~~Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian SALING MENCINTAI. Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian! (HR. Muslim).~~

~~Siapa pun tidak akan merasakan manisnya iman, hingga ia MENCINTAI seseorang HANYA KARENA Allah semata.(HR. Bukhari).

~~Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, bagaiman jika ada seseorang yang mencintai suatu kaum tapi tidak mampu beramal seperti mereka? Rasulullah saw. bersabda, “Engkau wahai Abu Dzar, akan BERSAMA siapa saja yang engkau CINTAI.” Abu Dzar berkata; maka aku berkata, “Sungguh, aku MENCINTAI Allah dan Rasul-Nya.” Abu Dzar mengulanginya satu atau dua kali”. (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban)~~
~~
Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka berarti ia telah sempurna imannya. (HR. AL Hakim).~~

@@@@ Subhanallah.....Sempurnanya Iman ..manisnya Iman adalah saling MENCINTAI semata mata karena ALLAH.

Hingga Allah akan memberi naunganNYA kelak kepada orang orang yang saling mencinta karena ALLAH...Saling mencintai,saling mengingatkan..saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran [Al Ashr]

Tiada benci membenci..tiada dendam mendendam..tiada iri hati..tiada saling menghujat n berprasangka buruk.

Indahnya persahabatan yang dilandasi dengan cinta karena ALLAH...Yang dilandasi Keimanan n ketaqwaan kepada ALLAH...

~~~~~~ Sekarang kita simak CINTA menurut Ibnu Qayyim

~~ ♥ CINTA....merupakan kehidupan,dimana bila cinta itu hilang dari kehidupan seseorang,maka ia bagaikan hidup dalam KEMATIAN ♥ ~~

♥ '' CINTA itu merupakan CAHAYA...dimana apabila cinta itu hilang dari hati seseorang,maka ia bagaikan berada dalam laut KEGELAPAN.

♥ CINTA....merupakan PENAWAR,dimana apabila cinta itu tidak ada dalam diri seseorang,maka hatinya akan ditimpa berbagai PENYAKIT

♥ CINTA ...merupakan suatu NIKMAT,dimana bagi seseorang yang tidak mendapatkannya,maka kehidupannya akan dipenuhi dengan KEGELISAHAN DAN PENDERITAAN ''
23.27
Bismillaahirrahmaannirahiim,

RIYADH. Seorang ulama di Arab Saudi, Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad, telah membuat jutaan orang atau mungkin lebih, merasa kagum, takjub dan tersentuh dengan kisah paling inspiratif ini.

Kisah yang diutarakan Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di Abha, ibu kota Provinsi A
sir, Arab Saudi.

Video sang ustaz saat berceramah dan menceritakan kisah ini sempat diupload di Islamic Tube dan menjadi hit di Arab Saudi dan negara-negara Islam lainya. Banyak blogger juga merilis kisah ini dan banyak yang memberikan aspirasi kagum setelah membacanya. Semoga menjadi bahan renungan bersama.

Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bercerita tentang ketaqwaan seorang anak perempuan yang dalam kondisi apapun, dia tetap memilih melaksanakan shalat tepat waktu, meski dia harus menentang kemauan ibunya.

Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bertutur...

“...Setelah melaksanakan shalat Maghrib pengantin wanita ini berhias, dia menggunakan gaun pengantin putih yang indah, dia betul-betul telah mempersiapkan dirinya untuk pesta pernikahannya. Tiba-tiba dia mendengar azan Isya sudah menggema, dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata kepada ibunya, “Bu, aku mau berwudhu dan shalat Isya dulu.”

Ibunya sangat terkejut, “Apa kamu sudah gila? Tamu sudah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”

Ibunya menambahkan, “Aku ini ibumu, sekarang Ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, Ibu akan marah kepadamu!”

Lalu anaknya menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga aku shalat, ibu. Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah!"

Lalu ibunya menimpali, “Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang dirimu ketika kamu tampil nanti dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu pasti tidak lagi terlihat cantik di mata mereka! Mereka akan mengolok-olok dirimu !”

Anak perempuannya itu berkata dengan tersenyum, “Apakah Ibu takut karena aku tidak terlihat cantik di mata makhluk (manusia)? Bagaimana dengan Penciptaku (Allah)? Yang aku takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, aku tidak akan tampak cantik di mata Allah.”

Lalu, pengantin ini berwudhu, maka seluruh make-upnya terbasuh tanpa tersisa. Namun, dia tidak merasa bermasalah dengan apa yang dia lakukan.

Kemudian pengantin ini memulai shalatnya. Pada saat dia bersujud dalam shalatnya, ternyata itulah sujudnya yang terakhir.

Pengantin wanita ini telah meninggal dalam sujudnya dan itu adalah akhir yang indah. Wafat dengan keadaan bersujud di hadapan Pencipta-Nya ..

Subhanallah ..

Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang Muslim/muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya... Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama, tutup Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad.
23.18
Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya

Dari Abdullah bin Umar (radiyAllaahu 'anhu), bahwasanya Rasulullah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam) bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatny
a. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya.

(HR Bukhari no. 5188 dan Muslim no. 4828 dengan sedikit ada perbedaan pada versi lafazhnya)

***

Setiap diri adalah PEMIMPIN
Sebelum memimpin yang lain, seorang pemimpin harus memimpin dirinya sendiri dahulu. Pemimpin memimpin dirinya untuk mengedepankan hati (ruh)/akal/aktivitas fisik dalam setiap tindakan yang dilakukan. Ruh, akal dan fisik tubuh, membutuhkan asupan bekal yang berbeda, sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Hasil dari asupan bekal yang diberikan inilah yang kemudian tampil ‘unjuk diri’ ketika masalah muncul.

Seorang muslim yang telah memiliki cukup banyak bekal bagi ruhnya, tidak akan mudah GALAU ketika problema menyapanya, karena memiliki keyakinan Allah tidak membebankan hamba-Nya di luar batas kemampuannya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." [Q.S.2:286]

Seorang ilmuwan dengan bekal ruh yang tinggi takkan bimbang ataupun sesat ketika ternyata penelitiannya tak mampu dijabarkan dengan logika. Kesalahpahamanpun tak perlu diselesaikan dengan amarah dan kekuatan fisik bila diri dipimpin sesuai amanah.

Tugas seorang pemimpin adalah memberikan keseimbangan asupan bekal sebagai modal, sehingga diri mampu menghadapi segala situasi dan kondisi. Pemimpin yang mampu memposisikan diri dengan tepat dalam berbagai situasi dengan mengikuti contoh Rasulullah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam), dialah yang beruntung, sebagaimana hadits Rasulullah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam):

“Sungguh menakjubkan (luar biasa) urusan seorang mukmin. Sesungguhnya setiap urusannya akan mendatangkan kebaikan, apabila dia mendapatkan nikmat, dia bersyukur, dan syukur itu adalah kebaikan untuknya. Bila ia mendapatkan musibah, dia bersabar dan sabar itu adalah kebaikan untuknya. Hal yang demikian itu tidaklah diberikan kecuali untuk orang yang beriman.” (HR. Muslim: 2999)

Sesungguhnya Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) telah memberikan kebebasan bagi pemimpin diri untuk memilih jalannya sendiri (QS Asy Syams (91): 8): "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."

Jalan lurus untuk meraih ridho Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) yang kelak akan berbuah surga, atau jalan gelap ditemani musuh yang nyata, yaitu setan dan akan berujung pada neraka jahannam.Pilihan dengan konsekuensi yang jelas di akhirnya.

Jadilah pemimpin beruntung yang mampu memimpin diri mengalahkan hawa nafsu dan setan dengan menjalankan semua syariat Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) dengan keta’atan kepada Sang Pemilik diri yang sesuai teladan RasulAllah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam). Pemimpin yang ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Ilahi.

Lalu bagaimanakah pemimpin diri harus bersikap, ketika diri belum mampu menjalankan suatu perintah Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) ataupun mengikuti sunnah RasulAllah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam) dengan baik? Misalkan, belum mampu sholat tepat waktu, belum mampu menjalankan sholat-sholat sunnah, belum mampu berpuasa sunnah, belum mampu merutinkan tilawah Al-Qur’an, merasa belum mampu berhaji walau materi berlimpah, belum mampu menutup aurat, dan lain-lain.

Maka janganlah kau tutupi ke-belum-mampu-anmu tersebut dengan dalih BELUM MENDAPATKAN HIDAYAH… Padahal sebagai pemimpin diri engkau belum cukup berusaha.. dan kau berharap hidayah akan datang sendiri tanpa usaha untuk mencarinya? Wahai pemimpin diri, hidayah itu harus dicari, diusahakan untuk didapatkan.

Nyalakan semangat berusaha dan pimpin diri mendapatkan hidayah itu dengan keteguhan tekad yang konsisten. Usaha juga adalah proses, dan dalam proses membutuhkan keshabaran menghadapi diri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada didalamnya dalam menuai hasil.

Bersyukurlah selalu atas sekecil apapun hasil dari usaha yang dilakukan. Tak ada kata PUTUS ASA dalam kamus hidup seorang muslim. SEMANGATlah terus, PANTANG MENYERAH berusaha, karena ridho Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) yang indah telah menanti di akhir setiap usaha dan proses yang ikhlas.

HILANGkan peluang musuh nyata, si setan terkutuk, untuk melemahkan diri. Ketekunan setan mengintip, membuatnya tahu saat diri sedang lemah. Tapi tenanglah, setan takkan sanggup mengganggu bila diri BERLINDUNG selalu kepada ALLAH (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa).

Pimpinlah NAFSU diri ke jalan lurus, sehingga ia tidak menjadi nafsu yang buruk. Sucikan tubuh dengan berwudhu dan shaum, sucikan ruh dengan sholat dan zakat, sucikan hati dan lisan melalui dzikir yang berkelanjutan. Agar diri mudah menangkap hidayah Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa), mudah mencontoh perilaku Rasulullah (sallAllaahu 'alayhi wa sallam).

Ketika diri telah berusaha maksimal, maka pasrahkanlah hasilnya kepada Rabb Yang Maha Melihat dan Maha Menyaksikan semua usaha setiap pemimpin diri dengan tawakal.

Semoga setiap diri seorang mu’min akan berBAHAGIA di akhirat kelak karena telah berhasil mengalahkan setan dan menaklukan hawa nafsunya. Dan pada akhirnya ber BAHAGIA karena Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) berkenan menganugerahkan keridhoan-Nya dan menghadiahkan surga karena rahmat-Nya.

SubhanAllah.. Wahai pemimpin diri, berusahalah terus, dan YAKINlah.. Pertolongan Allah (SubhanAllaahu Wa Ta'alaa) dekat, selama ada usaha dan evaluasi diri. WAllahu a’lam bishowab.

Yaa Rabbana, Yang Menguasai diri kami.. Alhamdulillah Engkau berikan cahaya di hati kami, maka tambahkanlah lagi cahaya itu bagi kami Yaa Nuur.. Sehingga kami mampu melihat dengan jelas dan menemukan petunjuk-Mu..

Yaa Rabbana, Yang Maha Kuat..Alhamdulillah Engkau berikan kami kekuatan, Yaa Qowiyyu.. Mohon tambahkanlah lagi kekuatan tekad kami agar mampu konsisten memelihara hidayah-Mu.. Yaa Muhaimin..

Yaa Rabbana, Yaa Rahiim.. Alhamdulillah Engkau berikan kami tak berbilang rahmat kemudahan.. Mohon tambahkanlah lagi kemudahan-kemudahan dalam diri, sehingga kami mudah memimpin diri kami untuk beribadah, beramal ma’ruf dengan lebih baik, lebih khusyu’, lebih bermanfaat bagi Islam dan saudara-saudara kami umat muslim di mana pun mereka berada.

Yaa Rabbana.. Yaa Ghafuur.. Yang Maha Pengampun.. Alhamdulillah kami pantang berputus asa, dan selalu berharap yang terbaik, Engkau akan mengampuni dosa-dosa kami, walau sebanyak buih di lautan, karena Engkau memberikan kami hidayah untuk bertaubat..

Yaa Rabbana.. kabulkanlah do’a kami, Yaa Shamad, Engkaulah sebaik-baiknya tempat kami memohon.. Aamiin Yaa Mujiiba Sa-iliin..
23.17
Iman menurut etimologi berarti percaya, sedangkan menurut terminologi, berarti membenarkan secara dengan hati, lalu diungkapkan dengan kata-kata, dan diapikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Iman kepada Allah SWT berarti meyakininya dengan hati lalu diucapkan dengan lisan, kemudian diaplikasikan dalam kehiduipan sehari-hari.

Iman kepada Allah SWT adalah rukun iman
yang pertama. Hal ini menunjukkan bhawa iman kepada Allah SWT merupakan hal yang paling pokok dan mendasar bagi keimanan dan seluruh ajaran islam. Unutk mempertebal keimanan maka seseorang harus mengenal sifat-sifat Allah SWT beserta Asmanya (Asmaul Husna).
23.15
Alkisah, di sebuah negeri antah berantah ada seorang wazir (perdana menteri) yang tiap kali mendengar musibah apa pun selalu mengatakan: “Semoga ada baiknya…”. Bila ada temannya kecelakaan dia hanya mengatakan: “Sabarlah, semoga musibah ini ada baiknya”, dan demikian pula bila diri atau keluarganya yang tertimpa musibah, ia mengatakan hal serupa.

Suatu keti
ka, Raja negeri tersebut terkena musibah yang mengakibatkan jarinya putus satu. Mendengar musibah tersebut, si Wazir datang menjenguk bos-nya. Lalu ia mengingatkan agar Sang Raja tidak usah kecil hati, dan menutupnya dengan kata-kata: “Semoga ada baiknya…”.

Mendengar ucapan Wazirnya, Sang Raja kontan naik pitam dan menghardiknya:
“Kurang ajar, bagaimana mungkin jariku yang putus kau anggap ada baiknya?!”

Lalu ia perintahkan para pengawal agar memenjarakan si Wazir sebagai hukuman atas kata-katanya tadi.

Wazir yang malang itu pun mendekam dalam penjara untuk beberapa lama.

Hingga suatu ketika, Sang Raja pergi bersama beberapa orang pengawalnya untuk berburu di padang pasir. Saat mereka sedang istirahat, tiba-tiba ada segerombolan penyamun bersenjata lengkap yang mengepung mereka. Penyamun ini adalah orang-orang penyembah berhala yang meyakini bahwa untuk menghindari kutukan para berhala, mereka harus mempersembahkan sejumlah orang sebagai korban… dan tentunya orang-orang tersebut harus dibunuh, tapi dengan syarat ia harus sempurna fisiknya, alias tidak boleh cacat.

Maka Si Raja dan para pengawalnya terpaksa menyerah karena jumlah penyamun yang demikian banyak. Mereka pun akhirnya diperiksa satu persatu dan yang kedapatan sempurna fisiknya langsung ‘dieksekusi’ sebagai persembahan untuk para berhala… nah, setelah seluruh pengawalnya terbunuh, tinggallah Si Raja seorang diri yang cemas menanti nasibnya. Akankah ia harus mati di tangan mereka sebagaimana para pengawalnya…?

Namun beruntung, sebab saat mereka memeriksanya ternyata ia tidak memenuhi syarat untuk dipersembahkan kepada para berhala… ya, sebab JARINYA PUTUS SATU!

Akhirnya mereka pergi meninggalkan Raja tersebut seorang diri. Alangkah girangnya Si Raja saat mengetahui dirinya tidak jadi dibunuh lantaran cacat pada jarinya. Ia pun segera kembali ke istana dan langsung teringat dengan kata-kata Wazirnya tempo dulu.

Maka segera ia perintahkan para ajudan untuk membebaskannya dan membawanya kepadanya. Begitu Wazir tersebut menghadap Sang Raja, Raja segera menceritakan apa yang barusan dialaminya, dan mengakui kebenaran ucapan Si Wazir… lalu ia pun meminta ma’af telah memenjarakan dirinya waktu itu.

Maka si Wazir mengatakan: “Ah, tidak apa-apa… semoga ada baiknya”.

Raja pun heran…
“Lho, kalau musibah yang kualami memang ada baiknya bagiku karena telah menyelamatkan nyawaku di kemudian hari… namun apa baiknya kau masuk penjara selama ini?” tanyanya.

“Tentu saja ada, sebab jika Baginda tidak memenjarakanku waktu itu, pasti aku akan menyertai Baginda untuk berburu hingga aku pun pasti terbunuh bersama yang lainnya”. Jawab si Wazir.

Nah, pembaca yang budiman… ingatlah kisah ini tatkala Anda mendapat sesuatu yang tidak menyenangkan, sebab boleh jadi itu ada baiknya bagi Anda tapi Anda tidak tahu.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة/216]

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahalia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al Baqarah: 216)
23.14
Bismillahirrahmanirrahim..

Ketika kita dihadapkan pada dua pilihan,
Maka kesetiaan yang akan diuji.
Butuh iman yang kuat untuk mempertahankannya
apalagi ketika dua pilihan itu sama baiknya….

Disini kita akan mengerti arti dari mempertahankan
karena sungguh memertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan…

Namun ketika keinginan tak seperti yang kita harapkan,kita harus terus bersabar dan ikhlas…
Tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai.
ALLAH tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
Kerana yang terbaik bagimu belum tentu baik dimata ALLAH .

Ya Rabb…
Ketika cinta harus memilih,
Pilihkan aku pada orang yang melabuhkan cintanya kepada_Mu.
Yang mencintai Rasul utusan_Mu.
Yang berpedoman pada Kitab_Mu.
Agar semakin bertambah kecintaanku Kepada_Mu ya Rabb..

Ya Rabb…
Ketika cinta harus memilih,
Izinkan aku untuk mengabdi kepada seseorang yang Kau takdirkan untuk ku dan
Hanya ku berikan cinta ini untukmu Wahai Calon Imam ku,
Kuselipkan setiap bait doa untukmu dalam istiqarah cintaku.
Allah yang akan mempertemukan kita.
Sungguh aku hanya ingin mencintaimu kerana ALLAH ..
Aamiin...
23.14

health

gallery

health

health